Kamis, 20 Oktober 2011
Kisah Para Rasul 2:38 - Khotbah oleh Pendeta Eric Chang
Mari kita teruskan penyembahan kita dengan mempelajari firman Tuhan. Hari ini kita perlu mempelajari sesuatu yang sangat penting. Judul yang akan saya pakai untuk khotbah saya pada hari ini adalah: Roh Kudus dan Baptisan. Apakah hubungan antara Roh Kudus dengan baptisan? suatu hari ada yang bertanya kepada saya, "Kapan kita menerima Roh Kudus? Sebelum, sesudah, ataukah pada waktu baptisan? Saya berpikir bahwa ini adalah sebuah pertanyaan penting dimana semua orang patut untuk mengetahuinya." Dan, saya sangat bersyukur Swee Chuan menanyakan hal ini. Sebenarnya, saya mau memberikan dia penjelasan lebih dalam namun karena pada hari itu, saya kekurangan waktu untuk menjelaskan kepadanya secara keseluruhan.
Selasa, 18 Oktober 2011
KISAH PARA RASUL 1:4-5
4 Pada suatu hari ketika IA makan bersama-sama dengan mereka, IA melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji BAPA, yang-demikian kata-NYA-"telah kamu dengar dari pada-KU. 5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan ROH KUDUS."
4 Pada suatu hari ketika IA makan bersama-sama dengan mereka, IA melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji BAPA, yang-demikian kata-NYA-"telah kamu dengar dari pada-KU. 5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan ROH KUDUS."
Ketika TUHAN YESUS akan naik ke Surga, IA mengingatkan murid-murid bahwa tidak lama lagi mereka akan dibaptis oleh ROH KUDUS. Baptisan air adalah suatu tindakan untuk menguburkan kehidupan lama kita yang penuh dengan noda dan dosa. Dengan mengakui dosa dan kesalahan di hadapan TUHAN kemudian kita "menguburkan" kehidupan kita yang pada masa lalu penuh dengan dosa untuk kemudian bangkit di dalam hidup yang baru di dalam KRISTUS.
Sama seperti baptisan air, pada saat kita dibaptis ROH, seluruh hidup kita dilingkupi oleh ROH KUDUS. Sekalipun kita telah bertobat dan dosa-dosa yang kita lakukan telah dikuburkan dalam baptisan air, tetapi sebagai manusia kita masih dapat kembali jatuh dalam dosa. Dengan menerima kekuatan dari ROH KUDUS kita akan mampu mengalahkan kedagingan dan hawa nafsu yang menguasai diri kita. Karena itu kita perlu dibaptis dalam ROH KUDUS. ROH KUDUS memampukan kita untuk mengalahkan hawa nafsu sehingga dapat melakukan semua hal yang dikehendaki ALLAH.
asyek nie pembelajaran dari bapak Ps. Boby M.Th, supaya kita semua jadi tahu
pak nebeng renungannya :)
MALAIKAT DALAM IMAN KRISTEN
Penulis: Ps. Bobby M.Th
Pelajaran tentang malaikat dalam iman Kristen disebut dengan istilah Angelology. Tempatnya berada dalam ruang lingkung studi teologi sistematika. Studi tentang malaikat merupakan salah satu pokok penting dalam kekristenan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa malaikat terlibat aktif dalam sejarah manusia dalam hubungannya dengan Tuhan.
Sejak masa Adam dan Hawa peran malaikat telah ada dan berinteraksi dengan manusia. Penafsiran umum kristiani mengajarkan bahwa ular yang bisa “berbicara” dan punya “intelektual” tinggi tersebut bukanlah ular “biasa”, melainkan personifikasi dari malaikat jahat yang telah jatuh ke dalam dosa. Dosa yang dilakukan Adam dan Hawa membawa implikasi pada diusirnya mereka keluar dari taman Eden. Agar keduanya tidak bisa masuk, maka Allah menempatkan malaikat yang disebut Kerub untuk menjaga jalan masuk ke taman tersebut. Malaikat dalam iman Kristen tercatat dalam Alkitab. Malaikat kerap berada diantara manusia. Mereka melindungi Lot dan keluarganya (Kejadian 19:10), mereka menampakkan diri kepada hamba Elisa yang sedang ketakutan (2 Raja-Raja 6:17), ada juga yang menampakkan diri di hadapan Bileam dan keledainya (Bilangan 22:31). Ada juga yang disebut Gabriel, dialah malaikat yang diutus Tuhan untuk menjumpai Maria dan memberitahukan kabar kesukaan bagi dunia (Lukas 1:26-38), dan juga menemui Daniel (Daniel 9:21). Malaikat lain yang pernah disebutkan namanya adalah Mikhael (Daniel 10:13; 12:1; Yudas 1:9; Wahyu 12:7).
Pentingnya memahani tentang malaikat-malaikat Allah di masa modern ini tidak terlepas juga dengan adanya kesaksian-kesaksian dari banyak orang yang mengaku pernah bertemu dengan malaikat, baik itu dalam suatu penglihatan (vision) atau dalam mimpi. Memang kesaksian-kesaksian itu pada umum bersifat subyektif, dalam artian tidak dapat diuji karena bersifat personal. Selain itu, ada istilah yang cukup popular, yaitu “Angel service”, tentang bagaimana umat Tuhan mendapat bantuan dari malaikat dalam kehidupan dan pelayanannya kepada Tuhan. Beberapa yang dapat disebut adalah Mary Katrin Baxter yang mengaku bertemu malaikat dalam bukunya “A Divine Revelation of Hell”, Kenneth Hagin (alm) yang sering disebut “rasul iman” Amerika Serikat menulis pengalaman bertemu malaikat dalam bukunya “Aku pernah ke Neraka” dan juga Rev Choo Thomas yang menulis pengalamannya bertemu malaikat dalam sebuah buku laris “Heaven Is So Real”.
Read More...
pak nebeng renungannya :)
MALAIKAT DALAM IMAN KRISTEN
Penulis: Ps. Bobby M.Th
Pelajaran tentang malaikat dalam iman Kristen disebut dengan istilah Angelology. Tempatnya berada dalam ruang lingkung studi teologi sistematika. Studi tentang malaikat merupakan salah satu pokok penting dalam kekristenan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa malaikat terlibat aktif dalam sejarah manusia dalam hubungannya dengan Tuhan.
Sejak masa Adam dan Hawa peran malaikat telah ada dan berinteraksi dengan manusia. Penafsiran umum kristiani mengajarkan bahwa ular yang bisa “berbicara” dan punya “intelektual” tinggi tersebut bukanlah ular “biasa”, melainkan personifikasi dari malaikat jahat yang telah jatuh ke dalam dosa. Dosa yang dilakukan Adam dan Hawa membawa implikasi pada diusirnya mereka keluar dari taman Eden. Agar keduanya tidak bisa masuk, maka Allah menempatkan malaikat yang disebut Kerub untuk menjaga jalan masuk ke taman tersebut. Malaikat dalam iman Kristen tercatat dalam Alkitab. Malaikat kerap berada diantara manusia. Mereka melindungi Lot dan keluarganya (Kejadian 19:10), mereka menampakkan diri kepada hamba Elisa yang sedang ketakutan (2 Raja-Raja 6:17), ada juga yang menampakkan diri di hadapan Bileam dan keledainya (Bilangan 22:31). Ada juga yang disebut Gabriel, dialah malaikat yang diutus Tuhan untuk menjumpai Maria dan memberitahukan kabar kesukaan bagi dunia (Lukas 1:26-38), dan juga menemui Daniel (Daniel 9:21). Malaikat lain yang pernah disebutkan namanya adalah Mikhael (Daniel 10:13; 12:1; Yudas 1:9; Wahyu 12:7).
Pentingnya memahani tentang malaikat-malaikat Allah di masa modern ini tidak terlepas juga dengan adanya kesaksian-kesaksian dari banyak orang yang mengaku pernah bertemu dengan malaikat, baik itu dalam suatu penglihatan (vision) atau dalam mimpi. Memang kesaksian-kesaksian itu pada umum bersifat subyektif, dalam artian tidak dapat diuji karena bersifat personal. Selain itu, ada istilah yang cukup popular, yaitu “Angel service”, tentang bagaimana umat Tuhan mendapat bantuan dari malaikat dalam kehidupan dan pelayanannya kepada Tuhan. Beberapa yang dapat disebut adalah Mary Katrin Baxter yang mengaku bertemu malaikat dalam bukunya “A Divine Revelation of Hell”, Kenneth Hagin (alm) yang sering disebut “rasul iman” Amerika Serikat menulis pengalaman bertemu malaikat dalam bukunya “Aku pernah ke Neraka” dan juga Rev Choo Thomas yang menulis pengalamannya bertemu malaikat dalam sebuah buku laris “Heaven Is So Real”.
Senin, 10 Oktober 2011
Ockey sekarang kita akan belajar sedikit tentang keberadaan roh jahat dan bagaimana cara pengusirannya supaya bisa terlepas dari kehidupan anak-anak Tuhan. Saya berharap setelah plend membaca ini nanti,plend semua bisa lebih memahami dan mengerti tentang keberadaan roh jahat dan bagaimana caranya agar supaya kita bisa melepaskan diri dari cengkrammannya.
Keberadaan roh jahat sangat identik dengan adanya kerasukan. Baik secra singkat akan di jelaskan tentang apa itu kerasukan adalah keadaan dimana seseorang di kuasai oleh pengaruh roh jahat.
Kerasukan sendiri adalah bagian dari praktek okultisme telah ada sejak lama,dan di catat pula dalam perjanjian lama. Misalnya,
“Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuki arwah atau roh peramal,pastilah mereka dihukum mati,yakni mereka harus di lontarkan dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”
Read More... pelepasan
Keberadaan roh jahat sangat identik dengan adanya kerasukan. Baik secra singkat akan di jelaskan tentang apa itu kerasukan adalah keadaan dimana seseorang di kuasai oleh pengaruh roh jahat.
Kerasukan sendiri adalah bagian dari praktek okultisme telah ada sejak lama,dan di catat pula dalam perjanjian lama. Misalnya,
“Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuki arwah atau roh peramal,pastilah mereka dihukum mati,yakni mereka harus di lontarkan dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”
Rabu, 28 September 2011
Pertobatan sejati
Yoel 2:13
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pegasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 34; 2 Tesalonika 1; Yesaya 21-22
Bangsa Israel memiliki kebiasaan yang khas dalam menunjukkan pertobatan. Mereka biasa mengoyakkan pakaian untuk menyatakan bahwa mereka sudah bertobat. Tanda-tanda lahiriah itu bagi mereka dirasa cukup untuk mengungkapkan bahwa mereka menyesali pelanggaran mereka.
Tetapi Allah sanggup melihat secara transparan sampai dasar hati. Di dalam pemandanganNya, "lip service" dan hal-hal lahiriah tidaklah berarti apa-apa tanpa didasari pertobatan sejati di dalam hati. Sandiwara murahan yang dipertontonkan manusia yang bisa mengelabui manusia yang lain, akan "kena batunya" jika dierhadapkan dengan cara Allah memandang.
Pertobatan (Yun = metanoia) berarti berbalik 180 derajat dari jalan sesat yang selama ini dilalui, bukan sekedar belok kanan atau kiri. Pertobatan adalah berbalik ke jalan Tuhan yang seharusnya dilalui. Secara negatif ada unsur meninggalkan jalan yang salah, dan secara positif menyusuri jalan yang benar.
Yoel menekankan pertobatan yang "dari dalam" dan bukan pertobatan yang "tampak luar". Karena pertobatan tidak ditujukan kepada manusia, tidak ada pilihan lain kecuali harus menunjukkannya dengan kesejatian. Bersandiwara di hadapan manusia, tidak akan memberi arti apa-apa, kecuali semakin menumpuk kesalahan di hadapan Tuhan.
Cara terbaik menunjukkan pertobatan adalah dengan menunjukkan kesejatiannya
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pegasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 34; 2 Tesalonika 1; Yesaya 21-22
Bangsa Israel memiliki kebiasaan yang khas dalam menunjukkan pertobatan. Mereka biasa mengoyakkan pakaian untuk menyatakan bahwa mereka sudah bertobat. Tanda-tanda lahiriah itu bagi mereka dirasa cukup untuk mengungkapkan bahwa mereka menyesali pelanggaran mereka.
Tetapi Allah sanggup melihat secara transparan sampai dasar hati. Di dalam pemandanganNya, "lip service" dan hal-hal lahiriah tidaklah berarti apa-apa tanpa didasari pertobatan sejati di dalam hati. Sandiwara murahan yang dipertontonkan manusia yang bisa mengelabui manusia yang lain, akan "kena batunya" jika dierhadapkan dengan cara Allah memandang.
Pertobatan (Yun = metanoia) berarti berbalik 180 derajat dari jalan sesat yang selama ini dilalui, bukan sekedar belok kanan atau kiri. Pertobatan adalah berbalik ke jalan Tuhan yang seharusnya dilalui. Secara negatif ada unsur meninggalkan jalan yang salah, dan secara positif menyusuri jalan yang benar.
Yoel menekankan pertobatan yang "dari dalam" dan bukan pertobatan yang "tampak luar". Karena pertobatan tidak ditujukan kepada manusia, tidak ada pilihan lain kecuali harus menunjukkannya dengan kesejatian. Bersandiwara di hadapan manusia, tidak akan memberi arti apa-apa, kecuali semakin menumpuk kesalahan di hadapan Tuhan.
Cara terbaik menunjukkan pertobatan adalah dengan menunjukkan kesejatiannya
Sungguh-sungguh di ubah
Roma 12:1-2
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 89; Lukas 1; Ulangan 25
Orang lain tidak dapat melihat pikiran-pikiran dan emosi-emosi Anda, mimpi-mimpi dan motivasi-motivasi Anda. Mereka juga tidak dapat "melihat" komitmen Anda kepada Kristus.
Mereka akan menilai Anda melalui apa yang mereka lihat dari luar. Kerutan dahi menandakan perhatian dan ketidaksetujuan; senyuman menandakan terima kasih atau sambutan; tangan yang dikepal menandakan ketidaksukaan atau kemarahan.
Mengapa Paulus mengatakan kepada kita agar "mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup?" karena bahasa tubuh kita mencerminkan keberadaan kita yang sebenarnya. Kita dapat berkata bahwa kita mengikut Kristus, namun kalau perbuatan kita menyatakan makna yang berbeda, orang-orang akan mempertanyakan dan menuntut.
Pakaian kita, tutur kata kita, kebiasaan-kebiasaan kita harus memuliakan Tuhan. Kita harus menjadi, "tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini" (Filipi 2:15).
Apakah tindakan-tindakan lahiriah Anda menandakan komitmen hati Anda kepada Kristus?
Pertobatan tidak hanya berbicara tentang kehidupan kita yang dipindahkan dari gelap kepada terang, tetapi perubahan sikap dan perilaku yang semakin mirip dengan Kristus.
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 89; Lukas 1; Ulangan 25
Orang lain tidak dapat melihat pikiran-pikiran dan emosi-emosi Anda, mimpi-mimpi dan motivasi-motivasi Anda. Mereka juga tidak dapat "melihat" komitmen Anda kepada Kristus.
Mereka akan menilai Anda melalui apa yang mereka lihat dari luar. Kerutan dahi menandakan perhatian dan ketidaksetujuan; senyuman menandakan terima kasih atau sambutan; tangan yang dikepal menandakan ketidaksukaan atau kemarahan.
Mengapa Paulus mengatakan kepada kita agar "mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup?" karena bahasa tubuh kita mencerminkan keberadaan kita yang sebenarnya. Kita dapat berkata bahwa kita mengikut Kristus, namun kalau perbuatan kita menyatakan makna yang berbeda, orang-orang akan mempertanyakan dan menuntut.
Pakaian kita, tutur kata kita, kebiasaan-kebiasaan kita harus memuliakan Tuhan. Kita harus menjadi, "tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini" (Filipi 2:15).
Apakah tindakan-tindakan lahiriah Anda menandakan komitmen hati Anda kepada Kristus?
Pertobatan tidak hanya berbicara tentang kehidupan kita yang dipindahkan dari gelap kepada terang, tetapi perubahan sikap dan perilaku yang semakin mirip dengan Kristus.
I need Jesus
Yohanes 15:5b
“sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 121; 2 Yohanes 1; Yehezkiel 29:17 - 30:19
Delapan tahun yang lalu, saya melakukan sebuah kesalahan yang cukup fatal yakni saya sombong ke Tuhan. Saat itu saya bilang dalam hati saya bahwa saya bisa melakukan apa pun seorang diri, tanpa bantuan-Nya sekalipun. Dalam argumen saya, saya berkata bahwa saya memiliki otak yang cukup cerdas sehingga saya tidak terlalu membutuhkan pertolongan dari-Nya atau dari siapapun.
Keangkuhan saya runtuh seketika ketika saya melihat apa yang saya lakukan tidak ada yang benar. Mata pelajaran-mata pelajaran yang sewaktu SMP dulu saya kuasai, di SMA justru saya mendapatkan nilai yang jelek. Saya frustasi dengan keadaan itu sampai satu titik akhirnya saya menyerah juga kepada Tuhan. Saya berdoa kepada-Nya, memohon agar Dia kembali menuntun kehidupan saya. Ketika saya melakukan ini ternyata membuahkan hasil.
Nilai-nilai rapor caturwulan I saya di sekolah yang dulunya anjlok justru kembali naik. Tingkat kerohanian saya yang sempat down karena berbulan-bulan tidak melayani dan membangun hubungan dengan-Nya secara pribadi akhirnya kembali menyala-nyala.
Di luar Tuhan, Anda tidak dapat akan berbuat apa-apa. Anda akan menjadi orang-orang yang kerap menemui kegagalan demi kegagalan dalam kehidupan Anda. Oleh karenanya, jangan sekali-kali mencoba untuk menjauh dari-Nya. Bangun terus hubungan pribadi yang intim dengan-Nya setiap hari karena itu akan membuat Anda semakin mengenal-Nya dan mengetahui siapakah Anda di hadapanNya.
Orang-orang yang tidak membutuhkan Yesus pada dasarnya adalah orang-orang yang tidak sadar bahwa dirinya lemah.
“sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 121; 2 Yohanes 1; Yehezkiel 29:17 - 30:19
Delapan tahun yang lalu, saya melakukan sebuah kesalahan yang cukup fatal yakni saya sombong ke Tuhan. Saat itu saya bilang dalam hati saya bahwa saya bisa melakukan apa pun seorang diri, tanpa bantuan-Nya sekalipun. Dalam argumen saya, saya berkata bahwa saya memiliki otak yang cukup cerdas sehingga saya tidak terlalu membutuhkan pertolongan dari-Nya atau dari siapapun.
Keangkuhan saya runtuh seketika ketika saya melihat apa yang saya lakukan tidak ada yang benar. Mata pelajaran-mata pelajaran yang sewaktu SMP dulu saya kuasai, di SMA justru saya mendapatkan nilai yang jelek. Saya frustasi dengan keadaan itu sampai satu titik akhirnya saya menyerah juga kepada Tuhan. Saya berdoa kepada-Nya, memohon agar Dia kembali menuntun kehidupan saya. Ketika saya melakukan ini ternyata membuahkan hasil.
Nilai-nilai rapor caturwulan I saya di sekolah yang dulunya anjlok justru kembali naik. Tingkat kerohanian saya yang sempat down karena berbulan-bulan tidak melayani dan membangun hubungan dengan-Nya secara pribadi akhirnya kembali menyala-nyala.
Di luar Tuhan, Anda tidak dapat akan berbuat apa-apa. Anda akan menjadi orang-orang yang kerap menemui kegagalan demi kegagalan dalam kehidupan Anda. Oleh karenanya, jangan sekali-kali mencoba untuk menjauh dari-Nya. Bangun terus hubungan pribadi yang intim dengan-Nya setiap hari karena itu akan membuat Anda semakin mengenal-Nya dan mengetahui siapakah Anda di hadapanNya.
Orang-orang yang tidak membutuhkan Yesus pada dasarnya adalah orang-orang yang tidak sadar bahwa dirinya lemah.
Langganan:
Postingan (Atom)
Lencana Facebook
total pengunjung
Alkitab
form action="http://alkitab.sabda.org
/searchbox.php">Pencarian Alkitab+:
Diberdayakan oleh Blogger.
